Totorial Photoshop


tutorial ilmu grafis indonesia
ilmugrafis indonesia
www.pusatstudi.gunadarma.ac.id/pscitra

Senin, 08 Oktober 2012

Etika Profesi

 
PROFESI DIBIDANG TEKNOLOGI INFORMASI


Ø  GAMBARAN UMUM PEKERJAAN DIBIDANG TEKNOLOGI INFORMASI

Secara umum, pekerjaan dibidang teknologi informasi setidaknya terbagi dalam 4 kelompok sesuai bidangnya:

a.      Kelompok pertama, mereka yang bergelut didunia perangkat lunak (software), baik mereka yang merancang system operasi database maupun system aplikasi, pada lingkungan ini terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti misalnya :

·         Sistem analis, meruakan orang yang bertugas menganalisa system yang akan diimplementasikan, mulai dari menganalisa system yang ada, kelebihan dan kekurangannya, sampai studi kelayakandan desai system yang akan dikembangkan.

·         Programmer, merupakan orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan system analis, yaitu membuat program (baik aplikasi maupun system operasi) sesuai dengan system yang dianalisa sebelumnya .

·         Web Designer, merupakan orang yang melakukan kegiatan perencanaan, termasuk studi kelayakan, analisi dan desain terhadap suatu proyek pembuatan aplikasi berbasis web.

·         Web Programer, merupakan orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan web designer, yaitu membuat program berbasis web sesuai dengan desain yang telah dirancang sebelumnya.

·         Dan lain lain

b.      Kelompok kedua, mereka yang bergelut dibidang perangkat keras (hardware). pada lingkungan ini terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti :

·         Technical engineer, orang yang berkecimpung dalam bidang teknik, baik dalam pemeliharaan maupun dalam perbaikan perangkat system computer.

·         Networking engineer, orang yang berkecimpung dalam bidang teknis jaringan computer dari maintenance sampai pada troubleshootingnya.

·         Dan lain lain

c.       Kelompok tiga, mereka yang berkecimpung dalam operasiaonal sisteminformasi. pada lingkungan ini terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti :

·         EDP Operator, orang orang yang bertugas mengoperasikan program-program yang berhubungan dengan elektronik data processing dalam lingkungan sebuah perusahaan atauorganisasi lainnya.

·         System administrator, orang yang bertugas melakukan administrasi dalam system, melakukan pemeliharaan system, memiliki kewenangan mengatur hak akses terhadap system, serta hal-hal yang berhubungan dengan pengaturan operasional dalah sebuah system.

·         Mis director, orang yang memliki wewenang paling tinggi dalam sebuah sisem informasi, melakukan manajemen terhadap sisem tersebut secara keseluruhan baik perangkat keras, perangkat lunak maupun sumber daya manusianya.

d.      Kelompok empat, mereka yang berkecimpung di pengembangan bisnis teknologi informasi.pada bagian inipekerjaan diidentifikasikan oleh pengelompokan kerja diberbagai sector diindustri teknologi informasi.
Ø  PROFESI DIBIDANG TI SEBAGAI PROFESI

Untuk mengatakan apakah suatu pekerjaan termasuk profesi atau bukan, kriteria tersebut harus diuji. Demikian juga dengan pekerjaan dibidang computer. Sebagai contoh, akan dikaji apakah pekerjaan software engineer bias digolongkan sebagai sebuah profesi. Software engineer melakukan aktifitas engineering (analisa, rekayasa, spesifikasi, implementasi, dan validasi) untukmenghasilkan produk berupa perangkat lunak yang digunakan untuk memecahkan masalah diberbagai bidang.

Kemudian, untuk bias melaksanakan tugas sebagai software engineer, seseorang harus memiliki latar belakang pendidikan tertentu yang memberikan bekal untuk melakukan pekerjaan dengan baik dan benar. Selain itu , setelah lulus dari pendidikan , seorang engineer software juga dituntut harus memiliki pengalaman cukup dalam pekerjaan ini melalui keikutsertaannya sebagai pekerja magang dalam proyek. 

Julius Hermawan (2003), mencatat dua karakteristik yang dimiliki software engineer sehingga pekerjaan itu layak disebut sebuah profesi. Dua karakteristik itu adalah kompetensi dan adanya tanggung jawab pribadi.

Seorang software engineer perlu terus mengembangkan bidang ilmu dan pengembangan perangkat lunak misalnya:

a.      Bidang ilmu metodologi pengembangan perangkat lunak.
b.      Manajemen sumber daya
c.       Mengelola kelompok kerja
d.      Komunikasi

Seorang software engineer idealnya merupakan seseorang yang memiliki pendidikan formal setingkat sarjana atau diploma dengan ilmu yang merupakan gabungan dari bidang-bidang seperti :

a.      Ilmu Komputer (Computer science)
Menurut CSAB (Computing Science Acceditation Board) definisiilmu computer adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan computer dan komputasi.
b.      Teknik Rekayasa (Engineering)
Ilmu tentang rekayasa adalah ilmu yang mempelajari analisa, rekayasa,spesifikasi, dan validasi untuk menghasilkan produk yang digunakan untukmemecahkan masalah dalam berbagai bidang .
c.       Teknik Industri (Industrial Engineering)
Teknik Industri merupakan bidang teknikilmu yang mempelajaririset operasi, perencanaan produksi, pengendalian kualitas, serta optimasi proses dan sumber daya untuk mencapai keberhasilan proses industry.
d.      Ilmu Manajemen.
Ilmu manajemen merupakan ilmu yang sangan dibutuhkan terutama dalam mengelola manusia dan kelompok kerja serta melakukan manajemen proyek.
Ø  PEKERJAAN DIBIDANG TI STANDAR PEMERINTAHAN

Institusi Pemerintah telah melakukan klasifikasi pekerjaan dalam bidang teknologi Informsi sejak 1992. Pegawai Negeri Sipil yang bekerja dibidang teknologi informasi, disebut sebagai Pranata Komputer. Pranata Komputer adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, wewenang, tanggung jawab serta hak untuk membuat, merawat, dan mengembangkan system dan atau program pengolahandengan computer.

No
Jabatan Pranata Komputer
Pangkat
Golongan
1
Asisten Prenata Komputer Madya
Pengatur Muda tingkat I
II/b
2
Asisten Prenata Komputer
Pengatur
II/c
3
Ajun Pranata Komputer Muda
Pengatur tingkat I
II/d
4
Ajun Pranata Komputer Madya
Pengatur Muda
III/a
5
Ajun Pranata Komputer
Pengatur Muda tingkat I
III/b
6
Ahli Pranata Komputer Pratama
Penata
III/c
7
Ahli Pranata Komputer Muda
Penata tingkat I
III/d
8
Ahli Pranata Komputer Utama Madya
Pembina
IV/a
9
Ahli Pranata Komputer Utama Pratama
Pembina tingkat I
IV/b
10
Ahli Pranata Komputer Utama muda
Pembina Utama Muda
IV/c
11
Ahli Pranata Komputer Utama Madya
Pembina Utama
IV/d

Ø  STANDARISASI PROFESI TI MENURUT SRIG-PS SEARCC

SEARCC ( South East Asia Regional Computer Confideration) merupakan suatu badan yang beranggotakan himpunan profesianal IT yang terdiri dari 13 negara. SEARCC dibentuk pada februari 1978 di Singapura oleh 6 ikatan computer dari Negara Negara tetangga seperti Hongkong, Indonesia, Malaysia, Philipina, Singapura dan Thailand.

Indonesia sebagai anggota SEARCC telah turut aktif serta dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakanoleh SEARCC. Salah satunya adalah SRIG-PS (Spesial Regional Internet Groups on Profesional Standaritation), yang mencoba merumuskan standarisasi pekerjaanmdalam dunia teknologi informasi.





Dapat dilihat jenis pekerjaan dibidang TI yang direkomendasikan SRIGPS – SEARCC antara lain meliputi :
  1. Programmer
Merupakan bidang pekerjaan untuk melakukan pemrograman computer terhadap suatu system yang telah dirancang sebelumnya.
 
  1. Sistem Analist
Merupakan bidang pekerjaan untuk melakukan analisis dan desain terhadap sebuah system sebelum dilakukan implementasi atau pemrograman lebih lanjut.

  1. Project Manager
Merupakan pekerjaan untuk melakukan manajemen terhadap proyek-proyek berbasis system informasi. Level ini adalah level pengambil keputusan.

  1. Instructor
Berperan dalam melakukan bimbingan, pendidikan dan pengarahan baik terhadap anak didik maupun pekerja level dibawahnya.

  1. Specialist
Pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus. Pekerjaan spesialis menurut model SEARCC ini terdiri dari:

-          Data Comunication
-          Database
-          Quality Assurances
-          IS Audit
-          System Software Support
-          Distributed system
-          System Integration

Posisi programmer dan system analyst adalah dua dari beberapa posisi terdepan yang banyak di cari oleh perusahaan-perusahaan.

Jika lulusan TI lebih mengincar bidang kerja yang sesuai keahliannya, yaitu programmer dan system analyst, mereka harus memperhatikan kualifikasi utama, yaitu technical knowledge dan technical skill. Di samping dua posisi tersebut, posisi IT sales juga merupakan salah satu posisi yang banyak dicari perusahaan. Pada posisi sales, para professional dibidang teknologi informasi tentunya memiliki kelebihan dengan adanya penguasaan TI yang baik sebagai product knowledge.

Rabu, 12 Oktober 2011

Manajemen Proyek dan Manajemen Resiko

Manajemen Proyek
Kemajuan dan perkembangan dalam perindustrian telah mendorong untuk melakukan beberapa aspek pengelolaan dan manajemen yang dituntut memiliki kinerja, kecermatan, ekonomis, kecepatan, ketepatan, ketelitian serta keamanan yang tinggi dalam mengelola harapan . Manajemen suatu kegiatan baik investasi kecil maupun besar  dalam skala proyek memerlukan suatu metode yang sudah teruji, sumber daya yang berkualitas dan penerapan ilmu pengetahuan yang tepat.
Proyek merupakan gabungan seperti sumber daya manusia, material, machine dan modal/biaya dalam suatu wadah organisasi sementara untuk mencapai tujuan dalam sasaran dan tujuan. Sifat dari suatu proyek adalah bersifat sementara dan dalam kurun waktu yang dibatasi. Suatu proyek biasanya terjadi karena suatu keperluan yang mendesak karena tuntutan pengembangan dari suatu lokasi tertentu.
Jenis proyek  dikelompokkan berdasarkan komponen kegiatan utama dan hasil akhirnya, yaitu :
1.    Proyek konstruksi. Hasilnya berupa pembangunan jembatan, gedung, jalan raya, dsb.
2.    Proyek Industri Manufaktur. Kegiatannya mulai dari merancang hingga terciptanya suatu produk baru.

3.    Proyek Penelitian dan Pengembangan. Melakukan penelitian dan pengembangan hingga tercuptanya sebuah produk tertentu dengan tujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan suatu produk, pelayanan atau suatu metode tertentu.
4.    Proyek Padat modal. Suatu proyek yang memerlukan modal yang besar. Misalnya pembebasan tanah, pembelian dan pengadaan suatu barang, pembangunan suatu fasilitas produksi dsb.
5.    Proyek Pengembangan Produk Baru. Merupakan gabungan dari proyek penelitian dan pengembangan dengan proyek padat modal.
6.    Proyek Pelayanan Manajemen. Berhubungan dengan fasilitas nonfisik atau jasa dari perusahaan. Misalnya pengembangan sistem informasi perusahaan, Peningkatan produktivitas dari karyawan, dsb.
7.    Proyek Infrastruktur. Penyediaan kebutuhan masyarakat luas dalam hal prasarana transportasi, Waduk, pembangkit listrik, instalasi telekomunikasi dan penyediaan sumber air minum.
Definisi dari manajemen proyek yaitu penerapan ilmu pengetahuan, keahlian dan ketrampilan, cara teknis yang terbaik dan dengan sumber daya yang terbatas untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan agar mendapatkan hasil yang optimal dalam hal kinerja, waktu, mutu dan keselamatan kerja. Dalam manajemen proyek, perlunya pengelolaan yang baik dan terarah karena suatu proyek memiliki keterbatasan sehingga tujuan akhir dari suatu proyek bisa tercapai. Yang perlu dikelola dalam area manajemen proyek yaitu biaya, mutu, waktu, kesehatan dan keselamatan kerja, sumberdaya, lingkungan, resiko dan sistem informasi.
Ada tiga garis besar yang dibahas dalam buku ini untuk menciptakan berlangsungnya sebuah proyek, yaitu :
1.    Perencanaan
Untuk mencapai tujuan, sebuah proyek perlu suatu perencanaan yang matang. Yaitu dengan meletakkan dasar tujuan dan sasaran dari suatu proyek sekaligus menyiapkan segala program teknis dan administrasi agar dapat diimplementasikan.Tujuannya agar memenuhi persyaratan spesifikasi yang ditentukan dalam batasan waktu, mutu, biaya dan keselamatan kerja. Perencanaan proyek dilakukan dengan cara studi kelayakan, rekayasa nilai, perencanaan area manajemen proyek (biaya, mutu, waktu, kesehatan dan keselamatan kerja, sumberdaya, lingkungan, resiko dan sistem informasi.).
2.    Penjadwalan
Merupakan implementasi dari perencanaan yang dapat memberikan informasi tentang jadwal rencana dan kemajuan proyek yang meliputi sumber daya (biaya, tenaga kerja, peralatan, material), durasi  dan progres waktu untuk menyelesaikan proyek. Penjadwalan proyek mengikuti perkembangan proyek dengan berbagai permasalahannya. Proses monitoring dan updating selalu dilakukan untuk mendapatkan penjadwalan yang realistis agar sesuai dengan tujuan proyek. Ada beberapa metode untuk mengelola penjadwalan proyek, yaitu Kurva S (hanumm Curve), Barchart, Penjadwalan Linear (diagram Vektor), Network Planning dan waktu dan durasi kegiatan. Bila terjadi penyimpangan terhadap rencana semula, maka dilakukan evaluasi dan tindakan koreksi agar proyek tetap berada dijalur yang diinginkan.

3.    Pengendalian Proyek
Pengendalian mempengaruhi hasil akhir suatu proyek. Tujuan utama dari utamanya yaitu meminimalisasi segala penyimpangan yang dapat terjadi selama berlangsungnya proyek. Tujuan dari pengendalian proyek yaitu optimasi kinerja biaya, waktu , mutu dan keselamatan kerja harus memiliki kriteria sebagai tolak ukur. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengendalian yaitu berupa pengawasan, pemeriksaan, koreksi yang dilakukan selama proses implementasi.

Manajemen Risiko
Risiko  dapat  bermunculan dimana-mana,  dapat  muncul  kapansaja,  dan  sulit  untuk  dihindari.  Jika risiko  tersebut menimpa  suatu proyek, maka  proyek  tersebut  bisa mengalami kerugian  yang  signifikan.  Dalam beberapa  situasi,  risiko  tersebut  bisa mengakibatkan  terbengkalainya proyek  tersebut.  Karena  itu  risiko penting  untuk  dikelola.  Manajemen risiko  bertujuan  untuk  mengelola risiko  sehingga  proyek  tersebut  dapat bertahan,  atau  barangkali mengoptimalkan risiko (Hanafi, 2006). Selain  itu  manajemen  risiko  dapat diartikan  sebagai  suatu  sistem pengelolaan  risiko  yang  digunakan  di dalam  suatu  organisasi,  atau perusahaan,  yang  pada  dasarnya merupakan  suatu  proses  atau rangkaian  kegiatan  yang  dilakukan secara  menerus  (continue),  untuk mengendalikan  kemungkinan timbulnya  risiko  yang  membawa konsekuensi  merugikan  organisasi, atau  perusahaan  yang  bersangkutan (Saptodewo  & Soedarsono, 2000). Dan  secara  objektif, manajemen risiko  proyek  adalah bagaimana  meningkatkan kemungkinan  dan  dampak  dari kegiatan  positif  dan  mengurangi kemungkinan dan dampak dari sesuatu yang  merugikan. Manajemen  risiko pada  dasarnya  dilakukan  melalui proses-proses  tersebut  di  bawah  ini, yaitu : (PMBOK, 2004)
1.       Rencana  manajemen  risiko (Risk management planning)
2.       Identifikasi  risiko  (Risk identification)
3.        Analisa risiko secara kualitatif (Qualitative risk analysis)
4.        Analisa  risiko  secara kuantitatif  (Quantitative  risk analysis)
5.       Rencana  respon  risiko  (Risk response planning)
6.       Pengawasan dan kontrol risiko (Risk monitoring and control)

Proses Manajemen Risiko
a. Identifikasi  Risiko  (Risk Identification)
Identifikasi  risiko  adalah aktivitas  yang  dilakukan  untuk mempelajari  dan  memperkirakan potensi-potensi risiko yang terkandung dalam  suatu  proses  kegiatan. Sedangkan  potensi  risiko  adalah  sifat atau  karakteristik  yang  dapat menimbulkan  kerugian  terhadap perusahaan pada saat risiko itu terjadi. Tujuan  dari  identifikasi  risiko  adalah untuk  memastikan  bahwa  sumber risiko  dan  potensi  risiko  telah diidentifikasi  dan  dievaluasi  sesuai dengan  kepentingan  dan  prosedur yang ada (PT. Waskita Karya, 2004).
Sedangkan  menurut  Soeharto (1995)  identifikasi  risiko  adalah  suatu proses  pengkajian  risiko  dan ketidakpastian  yang  dilakukan  secara sistematis  dan  terus  menerus.  Agar risiko  dapat  dikelola  secara  efektif maka  langkah  pertama  adalah mengidentifikasi  jenis  risiko,  yaitu mana  yang  bersifat  risiko  usaha (business risk) dari mana yang bersifat risiko  murni,  kemudian diidentifikasikan  lagi  berdasar  potensi sumber  risiko  atau  dapat  pula berdasarkan  dampak  terhadap  sasaran proyek. Sumber  risiko dapat diartikan sebagai  faktor  yang  dapat menimbulkan  kejadian  yang  bersifat positif atau negatif.
b. Analisa Risiko
Setelah  dilakukan  tahap identifikasi  terhadap  risiko,  maka dilakukan penilaian  atau  analisis yang bertujuan  sebagai  berikut  :  (PT. Waskita Karya, 2004)
1.        Mengklasifikasikan  risiko  ke dalam  kategori  tinggi,  sedang maupun rendah
2.        Sebagai  dasar  dalam merencanakan  tindakan pengendalian yang akan dilakukan
3.       Meyakinkan bahwa ketidakpastian dan  risiko  telah  dipertimbangkan dan  telah  dimasukkan  dalam perencanaan  dan  proses pelaksanaan.
c. Rencana Respon Risiko
Rencana  respon  risiko adalah  proses  untuk  mengembangkan pilihan  dan  menentukan  tindakan untuk  memperbesar  kesempatan  dan mengurangi  tanda-tanda  akan terjadinya bahaya pada  tujuan proyek. Berikut  ini  adalah  beberapa  strategi untuk menghadapi risiko-risiko negatif atau ancaman :
a.        Menghindari (Avoid)
Menghindari  risiko  (risk avoidance)  meliputi  perubahan rencana manajemen  proyek  untuk mengurangi  ancaman-ancaman yang diakibatkan oleh risiko-risiko yang  buruk,  untuk  mengasingkan tujuan  awal  proyek  dari  dampak risiko.
b.       Memindahkan (Transfer)
Ketika seseorang atau suatu badan mentransfer  atau  mengalihkan risiko  ke  pihak  lain, mereka  akan mengalihkan  tanggung  jawab finansialnya  untuk  suatu  risiko kepada  pihak  lain  dengan membayar  jasa  tersebut, contohnya adalah asuransi.
c.        Mengurangi (Mitigate)
Mengurangi  risiko  (risk mitigation)  adalah  mengadakan pengurangan  dalam  hal kemungkinan  dan/atau  dampak dari  risiko  yang  dapat  merugikan sampai  ke  batas  yang  dapat diterima.

sumber :
http://aguswibisono.com/2010/manajemen-proyek/
digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-11057-Paper.pdf