Totorial Photoshop


tutorial ilmu grafis indonesia
ilmugrafis indonesia
www.pusatstudi.gunadarma.ac.id/pscitra

Senin, 04 Oktober 2010

Opini Tentang Sikap Berbahasa yang Positif di kalangan Mahasiswa / Remaja

Perubahan zaman yang sangat cepat yang tidak dibarengi dengan sumber daya manusia yang cerdas, aktif, dan kreatif akan mengikis budaya asli bangsa Indonesia yang memiliki beragam budaya dari berbagai provinsi. Mahasiswa yang menjadi penerus budaya bangsa Indonesia di harapkan dapat mempertahan kan berbagai macam budaya Indonesia yang ada dengan memakai tatanan budaya bangsa Indonesia yang benar. Dengan perkembangan yang terjadi dan cepatnya arus informasi tanpa ada filter mengakibatkan rusaknya bahasa yang di pakai. Pemakain kosa kata - kosa kata yang baru merupakan akibat dari gabungan bahasa resmi dengan bahasa gaul [bahasa prokem] mengakibatkan rusaknya aturan bahasa yang ada di indonesia.
Mahasiswa adalah individu atau pribadi yang sudah dewasa. Yang dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Akan tetapi mereka lebih cenderung untuk mengunakan bahasa yang lebih mendekatkan mereka dengan orang lain, seperti "Bahasa Gaul" atau "Bahasa Prokem". Di kalangan remaja atau mahasiswa pemakain bahasa resmi dalam berbicara di anggap "tidak gaul" atau "jadul". Bahasa - bahasa Gaul atau Prokem timbul dari penggunaan kata - kata dalam bahasa tidak resmi, expresi yang bukan merupakan cara penuturan bahasa. Selain itu Bahasa Prokem tumbuh daan berkembang di kalangan remaja atau mahasiswa dengan latar belakang lingkung kehidupan pemakainya. Misalnya saja pemakai bahasa tumbuh di kalangan preman - preman atau di keluarga yang biasa memakai bahasa kasar atau Prokem, maka wajar saja jika pemakai menggunakan bahasa atau dialek yang sama.

Pembentukan bahasa atau kosa kata dari bahasa prokem dan maknanya sangat beragam dan tergantung pada kreatifitas pemakainya. Bahasa prokem berfungsi sebagai ekspresi rasa kebersamaan para pemakainya. Selain itu, dengan mengunakan bahasa prokem, mereka ingin menyatakan diri sebagai anak gaul atau menyatakan diri sebagai anggota kelompok masyarakat yang berbeda dari kelompok masyarakat yang lain.
Kehadiran bahasa prokem di kalangan mahasiswa dan remaja dianggap wajar karena sesuai dengan tuntunan perkembangan nurani anak di usia remaja. Masa hidupnya terbatas sesuai dengan tuntutan perkembangan usia remaja. Jika berada di luar lingkungan kelompoknya, [misalnya di: luar kelompok bernain] bahasa yang digunakan beralih ke bahasa lain yang berlaku secara umum di lingkungan tempat mereka berada [misalnya: lingkungan keluaraga]. Jadi kehadiran bahasa prokem di dalam pertumbuhan bahasa Indonesia ataupun bahasa daerah tidak perlu dirisaukan karena bahasa itu masing - masing akan tumbuh dan berkembang sendiri sesuai dengan fungsi dan keperluannya masing - masing.

Jadi, cara untuk menumbuhkan sikap berbahasa yang fositif di kalangan mahasiswa atau remaja terhadap Bahasa Indonesia adalah faktor lingkungan yang mendukung serta faktor lingkungan di mana individu tersebut bergaul atau berorganisasi. Mahasiswa sebagai individu yang sudah dewasa seharusnya sudah dapat mengerti bagaimana cara menggunakan bahasa yang baik dan benar. Jika sekiranya indivudu tersebut berada dalam lingkungan yang formal, maka gunakanlah bahasa yang formal pula dan ikutilah apa yang menjadi peraturan bahsa yang baik. Semua pasti sesuai dengan keadaan lingkungan yangsedang individu tersebut hadapi.
Dan ingat kita sebagai Mahasiswa/i sudah seharusnya menggunakan Bahasa Indonesia yang benar dan tidak hanya digunakan secara formal di kampus tetapi juga digunakan sebagai bahasa pergaulan agar Bahasa Indonesia tidak hilang dari pergaulan kita sehari- -hari.

Selain itu untuk menumbuhkan sikap berbahasa yang fositif di kalangan remaja atau mahasiswa/i adalah dengan setia terhadp bahasa sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar